Ilmuwan Temukan Cara Memprediksi Tendangan Pinalti

iklan dibawah judul posting
Ilmuwan Temukan Cara Memprediksi Tendangan Pinalti
Oscar Cardozo (Paraguay) mencetak gol kemenangan setelah membobol gawang Eiji Kawashima (Jepang) / Foto: Toru Hanai / Reuters

DALAM PERTANDINGAN sepak bola seperti Piala Dunia, hal yang menjadi tujuan pemain adalah kesempatan melakukan tendangan pinalti karena adanya kesalahan atau pelanggaran dari ‘lawan’ bertanding.

Kiper yang menghadapi bola yang meroket ke arahnya menghabiskan kurang dari setengah detik di udara, membuatnya harus berkonsentrasi menentukan cara menyelami kaki penendang yang akan membuat kontak dengan bola.

Gabriel Diaz, seorang ilmuwan dari Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, New York, mengungkapkan telah menemukan cara memprediksi tendangan pinalti dengan menggunakan teknologi gerak indera dan analisis komputer. Dia melakukan identifikasi beberapa tanda-tanda awal yang dipercaya dapat memprediksikan ke mana arah tendangan penalti akan pergi.

Seperti dilansir dari laman ABC.net, Jumat (02/07/2010), Diaz menyatakan bahwa tendangan penalti terkadang dapat menentukan tim mana yang memenangkan pertandingan sepak bola. Meskipun ada peran penting keterampilan fisik yang juga dapat menentukan. Pada akhirnya, tembakan pinalti merupakan permainan pikiran antara penedang bola dan kiper.

“Di masa depan, saya ingin menciptakan suatu rezim pelatihan persepsi,” kata Diaz.

Studi ilmiah terdahulu menyatakan bagaimana emosi seorang kiper, bagaimana sikap yang dapat mempengaruhi seorang penendang akan menempatkan bola, dan bagaimana kegelisahan seorang penendang bola dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan.

Dengan melakukan pendekatan yang berbeda, Diaz ingin mencari tahu bagaimana gerakan tubuh penendang bola sebelum dia menendang, ini kemungkinan dapat menentukan bola tersebut akan pergi ke mana.

Hasil yang didapat, adalah menentukan gerakan tubuh dan menunggu sedikit lebih lama untuk membuat keputusan dapat menentukan keberhasilan.

Sementara itu menurut Richard Ginsburg, direktur Rumah Sakit Umum Program Psikologi Olahraga Massachusetts di Boston, temuan ini hanya cara mengakali antara penendang bola dan kiper. Bedah olahraga berdasarkan kajian ilmiah tetap tidak pernah dapat menghasilkan pemain yang sempurna.

Psikologi pemain memiliki peran besar yang dapat membuat hasil tak terduga.

“Ada sejumlah besar faktor dapat menentukan semuanya. Nanti akan selalu ada variabel-variabel lain yang akan diketahui,” kata Ginsburg, yang juga pemain dan seorang pelatih sepak bola.

Rencananya, hasil studi Gabriel Diaz tersebut akan diserahkan ke jurnal ilmiah dan akan ditindak lanjuti.


SOURCE

No comments:

KOTAK PENCARIAN:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...